<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3028486365060718507</id><updated>2011-07-07T21:50:18.495-07:00</updated><category term='nganggur'/><category term='SEPAK BOLA :piala asia2007'/><category term='SEPAK BOLA'/><category term='kerja apa'/><title type='text'>Selamat Datang Keresahan</title><subtitle type='html'>Selamat datang keresahan yang abadi.... 
keresahan lahir akibat bersetubuh dengan kedukaan, kedukaan muncul kedunia bersama adanya bahagia. Resah, duka dan bahagia lahir karena adanya cinta...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lyotrahum.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lyotrahum.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Rully Hermanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01850199579199497545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3028486365060718507.post-4774680443116702074</id><published>2010-08-16T08:33:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T10:38:39.148-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerja apa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nganggur'/><title type='text'>mmm...kerja apa ya....</title><content type='html'>setiap pekerjaan menghadapkan diri kita pada pilihan - pilihan. Ada yang sulit tapi menguntungkan ada yang gampang tapi tidak menjanjikan, lha terus siapa yang mau diposisi ini.Tapi yang pasti, bukankah setiap orang yang hidup selalu butuh pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi ingat ketika masih kecil dulu, di rumah, sekolah selalu ditanya "nanti kalo dah besar mau jadi apa?" pertanyaan ini gampang banget dijawab, buktinya hampir setiap anak kecil selalu bisa menjawab dengan yakin. dan aku juga yakin kalau jawaban mereka tidak ada yang salah menurut kepatutan.&lt;span class="fullpost"&gt; LANJUUUT..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;coba, simak aja jawaban mereka ada yang ingin jadi artis, guru, tentara, dokter, menteri bahkan tidak sedikit yang bercita - cita ingin jadi presiden. Memang jarang yang ingin jadi pengusaha, petani, peternak, pedagang, nelayan atau jadi satpam.mungkin menurut persepsi sianak kurang keren karena rata- rata nggak berseragam(kecuali satpam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nggak seksi memang dari segi penghasilan setiap bulan. karena pilihan - plihan yang menurut mereka konvensional tidak ada bos yang menggaji alias mereka mendapat gaji dari hasil usahanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naifnya, banyak orang tua yang mencoba menjerumuskan anak - anaknya pada pilihan -pilihan profesi yang hanya dimengertinya karena keanggunan dan kesangaran seragam semata. Nah yang lebih repot lagi ketika si anak nggak punya pilihan lain, selain cepat - cepat lulus sekolah(bukan berarti cepat lulus dengan nilai terbaik)," gek endhang budhal nang Suroboyo utowo Jakarta cekne iso kerjo mbantu ngringanke beban emak nang ndeso"...kerja apapun...ndak kebayang kerjo kantoran. syukur iso kerjo nang pabrik atau jadi pembantu rumah tangga juga nggak apa - apa yang penting halal.waduh cilaka bangsaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jelas ini nggak gampang alias sulit binti angel.kondisi kurang siap alias tidak terampil ini ternyata juga berdampak pada pendapatan si pekerja,gaji murah misalnya. untuk memenuhi kebutuhan sendiri saja sulit apalagi kalau sudah berkeluarga dan masih tetap memburuh di kota. anak - anak yang dilahirkan butuh gizi, butuh pendidikan, kesejahteraan.. lha apa bisa terpenuhi, jangan - jangan malah lebih buruk nasibnya ketimbang sekarang. wadow...kerja apa enake yoooo...   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3028486365060718507-4774680443116702074?l=lyotrahum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lyotrahum.blogspot.com/feeds/4774680443116702074/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3028486365060718507&amp;postID=4774680443116702074&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/4774680443116702074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/4774680443116702074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lyotrahum.blogspot.com/2010/08/mmmkerja-apa-ya.html' title='mmm...kerja apa ya....'/><author><name>Rully Hermanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01850199579199497545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3028486365060718507.post-6968726164900592428</id><published>2010-08-14T10:14:00.000-07:00</published><updated>2010-08-14T10:23:34.779-07:00</updated><title type='text'>lama gak pulang kerumah ini</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;lagi - lagi masalahnya kehilangan kunci, atau lebih tepatnya lupa dimana kutaruh kunci rumahku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu telah mengantar aku kembali mendatangi kapling rumah yang tak pernah kubayar pajaknya. Biar aja aku dikata orang yang tak bijak, toh hanya orang bijak yang taat membayar pajak. Rumah ini gratis kok gak usah bayar pajak. kecuali kita duduk di salah satu warnet atau modem berlangganan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekalinya datang bilik puisi yang ku datangi, emang sih pinginnya punya galeri puisi. tapi nyatanya angin - anginan. tapi alkhamdulillah sekarang telah bertambah tiga puisi di galeriku. datang aja kesana boleh kok lihat- lihat sambil terus merenung gitu. Hupps.. !!tapi ingat jangan membuat gunung lho yaa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pingin juga aku melengkapi galeri puisiku dengan yang versi audio gitu. Kebetulan materinya dah siap kok meski cuma empat. itung - itung trial lah. gak apa- apa kan, kita kan teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah deh lihat aja sendiri di galeriku, itu lho pintu atas yang ada tulisan PUISI. gak usah di ketok masuk aja langsung, aku gak miara anjing koq.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3028486365060718507-6968726164900592428?l=lyotrahum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lyotrahum.blogspot.com/feeds/6968726164900592428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3028486365060718507&amp;postID=6968726164900592428&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/6968726164900592428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/6968726164900592428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lyotrahum.blogspot.com/2010/08/lama-gak-pulang-kerumah-ini.html' title='lama gak pulang kerumah ini'/><author><name>Rully Hermanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01850199579199497545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3028486365060718507.post-5260826278357290904</id><published>2009-01-30T05:45:00.000-08:00</published><updated>2009-01-30T06:59:19.951-08:00</updated><title type='text'>DAH JADI AYAH</title><content type='html'>Kawan, tanggal 19 januari 2009 yang lalu  adalah puncak kecemasanku sebagai laki-laki. Bagaimana tidak, sepanjang hari senin itu aku hanya mondar-mandir di koridor rumah sakit. Beberapa kali juga aku harus berjalan cepat-cepat menuju laboratorium, membawa tabung kaca berisi darah dan urine. Beberapa kali juga aku seperti setrika kuningan berkepala ayam, menyaruk- nyaruk lantai koridor ruang bersalin dan apotik.seharian tak pernah puas menolehkan kepala hanya sekedar untuk memastikan suara yang terdengar, seperti sopir angkot tengak - tengok di perempatan ketika kucing- kucingan dengan polantas ketika menaikan penumpang. hhhuh.....&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat jam 18.15 wib, selepas sholat maghrib seiring dengung dzikir di mushola dekat rumah sakit, melalui pengeras suara, seorang perawat memanggilku untuk masuk ruang perawat. Perawat cantik, namanya (sorry) aku lupa...memintaku membawa handuk sambil mengabarkan anakku telah lahir.Wuiih...serrr rasa dadaku seperti kipas angin menemukan stop kontak listrik, kontan sejuk hatiku. istriku sehat, bayi laki-laki ku juga sehat kata perawat.Alhamdulillah...jadi ayah juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak alasan yang membuat hatiku kebat - kebit kayak lampu teplok kurang minyak sebelumnya. Salah satunya, seorang dokter spesialis kandungan tempat istriku memeriksakan kehamilannya memvonis istriku terkena pre-eclampsia atau keracunan kehamilan. Siapa yang nggak ngeri kalau dokternya waktu itu bilang pre-eclampsia menjadi penyebab kegagalan melahirkan lebih dari 50% persalinan yang artinya ada kemungkinan istriku yang meninggal atau bayiku meninggal saat persalinan.Dokter memberikan rujukan untuk bed rest selama beberapa hari di rumah sakit, itupun mesti di ruang pavilyun supaya mendapatkan penanganan maksimal. (Maaf dok, waktu itu kami abaikan saran anda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari tempat praktek dokter langsung tancap gas, kami mengacak acak internet, salah satunya saya tanya ke embah google  dengan memasukan key word pre-eclampsia. Di salah satu situs yang kami kunjungi ada yang menjelaskan pre-eclampsia merupakan keracunan kehamilan yang sampai saat ini masih belum diketahui pasti penyebabnya dan kebanyakan terjadi pada kehamilan pertama pada usia tujuh bulan. hanya saja beberapa situs  yang mengandung kata kunci pre-eclampsia menjelaskan mengenai gejala- gejalanya. Seperti tensi tinggi, kaki bengkak, pusing nyeri ulu hati dan urine mengandung albumin (+ + +). waktu itu kebetulan istriku memang tensinya tinggi. Beberapa kali kontrol tensi darahnya mencapai 140/90 dan albumin (+).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang dikhawatirkan jika si calon ibu sampai koma, resiko kematian akan semakin tinggi karena terjadi pendarahan pada otak (cerebral hemorrhage) akibat penyempitan pembuluh darah sehingga otak dipenuhi cairan (cerebral adema).Banyak beristirahat dan mengonsumsi makanan dengan pola seimbang dan banyak asupan vitamin folic acid cukup membantu untuk meredam bahaya keracunan kehamilan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali  kerumah sakit, pada hari istriku mau melahirkan, tensi darahnya mencapai 170/110 gila, albumin jadi (+ + +) edan.. makin tergerus hatiku, apalagi para suami tidak diperkenankan untuk mendampingi istrinya yang berjuang mengeluarkan orok. Satu kalimat mengantarkan istriku menaiki ranjang persalinan," jeng ikhlaskan semuanya, serahkan pada kuasa Nya", kupegang erat tangannya, kuusap keningnya tapi aku lupa menciumnya. Aku di luar ruangan, menghampiri bangku- bangku yang tertunduk lesu Beberapa kali bibir ini tanpa sadar berucap "tiada kekuatan selain engkau ya Allah, selamatkan istri dan bayiku. Nak, bantu bunda ya nak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, bayi laki-laki mungil dengan berat 2.750 gram dan panjang 45 cm telah lahir, rambutnya lebat malah sudah menutupi daun telinganya, keningnya lebar mirip jidatku, bibirnya khas mirip oomnya oooeeey....eee...Lelaki kecil yang aku harapkan akan menjadi penerang dalam setiap perubahan itu aku beri nama &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BHRE RAHDANA al MAGHRIBY LINTANG REVOLUSI&lt;/span&gt;. Bhre rahdana yang lahir ba'da maghrib laksana bintang penunjuk arah bagi orang -orang yang berada dalam kegelapan yang hendak menuju perubahan. yaa perubahan adalah revolusi sama dengan hijrah. Bukankah Muhamad SAW nabi kita berhijrah dari Mekkah  ke Madinah untuk kelangsungan dakwah dan kehidupan kaum muslimin di bulan Muharam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bhre, lelaki kecilku lahir bertepatan dengan tanggal 23 muharam tahun 1430 hijriyah.uuaagh... tidur ya sayang yaa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3028486365060718507-5260826278357290904?l=lyotrahum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lyotrahum.blogspot.com/feeds/5260826278357290904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3028486365060718507&amp;postID=5260826278357290904&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/5260826278357290904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/5260826278357290904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lyotrahum.blogspot.com/2009/01/dah-jadi-ayah.html' title='DAH JADI AYAH'/><author><name>Rully Hermanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01850199579199497545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3028486365060718507.post-7024585878600347558</id><published>2009-01-03T09:52:00.000-08:00</published><updated>2009-01-03T10:07:41.988-08:00</updated><title type='text'>LUPA KUNCI RUMAH</title><content type='html'>suatu ketika, saat kita meninggalkan rumah, kita pastikan semua pintu dan jendela terkunci. kran air dan listrik yang tidak terpakai dalam kondisi mati, begitu juga dengan kompor sudah yakin padam. Pokoknya sudah pasti save- lah untuk standard keamanan. dompet sudah terisi ATM dan identitas pribadi. begitu juga uang tunai juga sudah ada ya.... meskipun isinya relatiflah....pendek kata yang mau pergi tinggal werrrr....eeeehh pas pulangnya tahu-tahu mau buka pintu rumah kuncinya nggak ada, padahal tidak seorang pun yang tahu kita naruhnya dimana...yaa sama, waktu itu lagi maleees banget nulis di blog, alasanya kerjaan lagi padat, lagi numpuk, lagi dikejar deadline dan sembilan ratus tujuhpuluh alasan lainnya. Nah,... pas kepingin apload eeeh tahu-tahu bukan tempe. maksudnya mau login lupa tuh paswordnya. yaa meskipun lupa pasword sebetulnya juga bisa minta bantuan google account. eh ternyata internet di rumah kalo pas di pake buka blog kok yaaa ndak bisa login sama sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat orang kehilangan kunci rumah tadi, mau dobrak pintu, sayang kalo pintunya rusak, mau diam sambil ngingat-ingat dimana kuncinya kok ya kayak orang asing di teras rumah. Tapi syukurlah, malam ini kok ya sudah bisa di buka pintunya. bahkan bukan hanya pintunya saja tapi semuanya, jendelanya juga bisa ...uiiih senengnya hati.Eh... kawan kalo mampir kesini sekalian masuk aja ke kamar samping diperpustakaan, ada cerpen baru lho, boleh kok dibaca.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3028486365060718507-7024585878600347558?l=lyotrahum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lyotrahum.blogspot.com/feeds/7024585878600347558/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3028486365060718507&amp;postID=7024585878600347558&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/7024585878600347558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/7024585878600347558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lyotrahum.blogspot.com/2009/01/lupa-kunci-rumah.html' title='LUPA KUNCI RUMAH'/><author><name>Rully Hermanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01850199579199497545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3028486365060718507.post-3720964617911856262</id><published>2007-10-01T10:34:00.000-07:00</published><updated>2007-10-01T10:39:15.723-07:00</updated><title type='text'>OHH HALAMAN DEPANKU...</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WHEEE, kenapa halaman depanku kok cuma nongol separuh. ada yang kacau di HTMLnya. masalah yang belum bisa ku perbaiki ... hayooo siapa bisa bantu aku. aku udah coba cari masalahnya belum ketemu juga ...tolongin dong..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3028486365060718507-3720964617911856262?l=lyotrahum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lyotrahum.blogspot.com/feeds/3720964617911856262/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3028486365060718507&amp;postID=3720964617911856262&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/3720964617911856262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/3720964617911856262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lyotrahum.blogspot.com/2007/10/ohh-halaman-depanku.html' title='OHH HALAMAN DEPANKU...'/><author><name>Rully Hermanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01850199579199497545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3028486365060718507.post-6753058475050906049</id><published>2007-07-13T19:33:00.000-07:00</published><updated>2007-07-13T20:19:57.642-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SEPAK BOLA :piala asia2007'/><title type='text'>Kawan, Dua Sayap Kecil itu Mulai Tumbuh...</title><content type='html'>Sepasang sayap kecil Garuda merah putih memang sudah tumbuh. Seiring dengan kemenangan pertama dilaga pembuka grup D saat mengalahkan bahrain dengan skor 2-1.Ekspektasi yang tinggi juga tengah bergantung di leher Garuda merah putih, harapan dan doa menggumam di segenap penjuru. Namun ternyata rasa pesismis itu juga masih menghantui perasaan kita. Yaa,... Arab Saudi silangganan piala dunia yang akan kita hadapi malam nanti(14 juli 2007). Selama ini belum sekalipun kemenangan bisa kita raih disemua event di sepanjang 25 tahun terakhir ini. sejarah seperempat abad kita menjadi pecundang, bisakah kita merubah dalam waktu semalam?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap sudut Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, akan memerah. teriakan pembangkit semangat akan menggema, saat Garuda Merah Putih memasuki gelanggang termegah di bumi pertiwi ini. Jutaan pasang mata akan melotot menyimak laga yang sangat penting ini. apa lagi Sang RI 1 juga berjanji akan meluangkan waktu menyimak penampilan Budi Sudarsono dan kawan-kawan. Satu asa satu rasa semua ingin menjadi saksi saat sejarah mulai berubah. Dan tanda-tanda itu juga sudah di mulai saat negara- negara tetangga seperti halnya Thailand dan Vietnam yang begitu perkasa membalikan semua anggapan dan prediksi pengamat sepakbola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejak itu sudah terlihat, bahkan semakin terang, hanya saja sayap yang baru tumbuh itu apakah akan mampu melewati samudra sejarah yang sudah terbentang selama  seperempat abad? kepaknyapun juga belum terasa benar, tenaganya masih lemah, jangkauanya juga masih belum seberapa, tapi kapanlagi kalau bukan sekarang? (seperti semboyan sebuah situs berita dalam negeri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang tahu  dan kita akan mengantarnya menuju gerbang perubahan. yaa perubahan catatan sejarah, seperempat abad selalau menjadi pecundang saat berhadapan dengan Arab Saudi. Nanti malam adalah saat yang tepat untuk menunjukan kepada dunia bahwa kita ada. Beri perlawanan, kalahpun jutaan orang akan memakluminya, asalkan kita juga bisa membalas membuat gol kegawang lawan dan tidak menjadi lumbung gol seperti yang sudah-sudah di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal untuk itu kita sudah punya. Tahun 2004 kita kalahkan Qatar dengan 2-1 saat piala asia di gelar di Cina. Empat tahun sebelumnya di Lebanon Garuda Merah Putih juga menorehkan sejarah dengan menahan imbang tim favorit juara Kuwait dengan skor 2-2. Tahun  ini di kandang kita Bahrain yang selama ini selalu perkasa kita beri pelajaran dengan 2-1. Itu  artinya kita semakin memahami titik lemah sepakbola khas jazerah arab. Meskipun kualitas Arab Saudi di atas keduanya, namun hampir tidak berbeda gaya yang di tampilkan. kita bisa meredamnya dengan konsentrasi dan permainan bola-bola pendek satu dua sentuhan dan mengandalkan kecepatan para kurcaci di lini tengah. &lt;br /&gt;INDONESIA SEDANG MENANTIKAN HASIL DARI KERJA KERAS PARA MIDAS.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3028486365060718507-6753058475050906049?l=lyotrahum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lyotrahum.blogspot.com/feeds/6753058475050906049/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3028486365060718507&amp;postID=6753058475050906049&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/6753058475050906049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/6753058475050906049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lyotrahum.blogspot.com/2007/07/kawan-jalan-itu-makin-terjal.html' title='Kawan, Dua Sayap Kecil itu Mulai Tumbuh...'/><author><name>Rully Hermanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01850199579199497545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3028486365060718507.post-4953647938135967101</id><published>2007-07-09T19:36:00.000-07:00</published><updated>2007-07-13T19:30:18.071-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SEPAK BOLA :piala asia2007'/><title type='text'>Mampukah Indonesia Melawati Hadangan Bahrain?</title><content type='html'>Jika di gelaran piala asia 2004 banyak yang mengatakan hanyalah sebuah  kejutan saat Indonesia mengalahkan Qatar dengan skor 2-1 atau ketika Bahrain melaju ke partai semifinal juga hanya dianggap sebagai suatu kebetulan, tentunya sore ini akan menjadi waktu  yang pas untuk di jadikan ajang pembuktiannya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia dan Bahrain kembali bergabung dalam satu grup di ajang Piala Asia 2007 ini dan akan saling berhadapan di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta. Di ajang piala Asia sebelumnya, setelah memetik kemenangan perdana  dari Qatar, Indonesia kemudian di kalahkan Bahrain dengan skor 3-1. Bermain di kandang sendiri dan mendapat dukungan langsung dari para pecinta bola tanah air, serta  komposisi pemain yang tidak jauh berbeda di harapkan bakal  terjadi revans. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahrain sendiri selama ini di kenal sebagai tim yang mampu bermain cepat dengan kombinasi umpan-umpan panjang yang ditunjang fisik bagus dan skill individu yang mumpuni, dalam empat pertemuannya juga tercatat hasil imbang, dua kali masing- masing tim saling mengalahkan dan dua kali bermain imbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa bermaksud memandang remeh kekuatan tim dari Jazerah Arab ini, tentunya saat yang tepat bagi Garuda Merah Putih untuk dapat memetik  kemenangan perdana untuk menjadi bekal dalam pertandingan berikutnya menghadapi Arab Saudi dan Korea Selatan. Apalagi tuan rumah lainnya dari kawasan Asia Tenggara, secara mengejutkan Thailand mampu bermain imbang saat menghadapi finalis Asian Games,  Irak di grup A dengan skor 1-1. Begitu juga di grup B ketika Vietnam mampu menjungkalkan Uni Emirat Arab dengan dua gol tanpa balas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ajang Piala Asia meskipun selama ini Indonesia baru sebatas sebagai penggembira  namun Garuda Merah Putih juga mempunyai kebiasaan- kebiasaan nyleneh yang positip, seperti halnya gol Widodo C Putra tahun 1996 saat pertama kalinya Indonesia tampil di putaran final Piala Asia, dianggap sebagai gol terbaik dari semua hajatan Piala Asia dan menahan tim kuat Kuwait dengan skor 2-2. Begitu juga ketika penyelenggaraan 2004, Indonesia untuk pertama kalinya meraih kemenangan di ajang piala asia lewat kekalahan Qatar dengan skor 2-1. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang untuk pertama kalinya Indonesia di tunjuk menjadi tuan rumah gelaran terakbar di kawasan Asia, kejutan apa lagikah yang akan di torehkan Garuda Merah Putih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3028486365060718507-4953647938135967101?l=lyotrahum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lyotrahum.blogspot.com/feeds/4953647938135967101/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3028486365060718507&amp;postID=4953647938135967101&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/4953647938135967101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/4953647938135967101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lyotrahum.blogspot.com/2007/07/jika-di-gelaran-piala-asia-2004-banyak.html' title='Mampukah Indonesia Melawati Hadangan Bahrain?'/><author><name>Rully Hermanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01850199579199497545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3028486365060718507.post-4681258496073702976</id><published>2007-06-08T19:19:00.000-07:00</published><updated>2007-07-09T19:47:11.917-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SEPAK BOLA'/><title type='text'>kulifikasi euro: Denmark Mendapat Sanksi</title><content type='html'>Uefa akhirnya memutuskan sanksi kepada denmark / terkait  dengan masuknya seorang suporter dynamit ke arena pertandingan dan berupaya memukul  wasit herbert fandel saat memimpin laga kualifikasi euro 2008 hari rabu yang lalu/ antara tuan rumah denmark berhadapan dengan swedia// meskipun pertandingan berlangsung ketat dan berakhir 3-3 akhirnya Uefa menyatakan kemenangan untuk tim swedia dengan skor 0-3//dengan keputusan ini berarti swedia saat ini berada di peringkat pertama dengan 18 poin dan di ikuti spanyol di peringkat kedua dengan 15 angka // sedangkan denmark sampai saat ini masih tertahan di peringkat keempat dengan 10 poin dari enam laga//&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;insiden pemukulan itu sendiri berawal/ ketika wasit fandel memberikan kartu merah kepada cristian poulsen dan menunjuk titik putih untuk keuntungan swedia di saat pertandingan jelang berakhir//&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;herbert fandel/ wasit asal jerman ini mengeluarkan kartu merah dan memberikan hukuman tendangan penalti kepada denmark setelah cristian poulsen dengan sengaja memukul markus rosenberg//&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selain memberi kemenangan kepada swedia / Uefa juga memberikan sanksi larangan bertanding sebanyak tiga kali kepada cristian poulsen// di samping  itu otoritas tertinggi sepak bola swedia juga masih harus menanggung denda sebesar 724 juta rupiah dan sanksi menggelar  empat partai sisa kualifikasi euro 2008 di kota copenhagen/ ibukota denmark// dari empat laga usiran itupun di partai pertama denmark juga diharuskan menggelar pertandingan tertutup atau di gelar tanpa penonton///&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3028486365060718507-4681258496073702976?l=lyotrahum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lyotrahum.blogspot.com/feeds/4681258496073702976/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3028486365060718507&amp;postID=4681258496073702976&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/4681258496073702976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/4681258496073702976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lyotrahum.blogspot.com/2007/06/kulifikasi-euro-denmark-mendapat-sanksi.html' title='kulifikasi euro: Denmark Mendapat Sanksi'/><author><name>Rully Hermanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01850199579199497545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3028486365060718507.post-3657303930716190277</id><published>2007-06-08T19:06:00.000-07:00</published><updated>2007-06-08T19:09:46.847-07:00</updated><title type='text'>Pekan 37 Primera Liga</title><content type='html'>pekan 37 gelaran la liga spanyol dini hari nanti waktu indonesia bagian barat(minggu 10 juni 2007)masih menyisakan teka-teki siapa yang bakal ke;luar sebagai juara kompetisi 2007// tiga kandidat juara masih bertahan dengan ambisi masing-masing//real madrid yang berada di puncak klasemen tentunya sedikit lebih beruntung meskipun barcelona di peringkat kedua juga sama-sama  mengantongi  72 poin  dari 36 laga// realmadrid masih unggul head to head dari pertemuannya dengan barca di musim ini//sedangkan sevilla di peringkat ketiga juga masih mengintip dengan 70 poin//&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di stadion la romareda// real zaragosa yang masih berjuang mengamankan kursi kelima untuk lolos ke zona uefa/ di pastikan bakal tampil habis- habisan// apalagi jika menilik pertemuan pertama di santiago bernabeu/ real zaragosa cukup merepotkan pasukan capello/ meskipun akhirnya  kalah dengan skor 1-0//setidaknya rijkard juga butuh sedikit bantuan dari partai ini untuk mengamankan posisinya//karena derbi catalan yang di gelar antara barcelona dengan espanyol juga di yakini bakal berlangsung sengit// espanyol tidak akan begitu saja memberikan jalan kemenangan kepada barcelona//apalagi ronaldinho juga masih harus absen setelah mendapat kartu merah di laga melawan getafe//&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisa jadi sevilla akan menjadi tim yang paling beruntung/ jika kedua rivalnya nanti terpeleset hasil seri// di san moix sevilla bakal menantang tuan rumah real malorca//tapi harus di ingat/ saat bermain di kandang sendiri sevilla justru mengalami kekalahan dengan skor 1-2/ apalagi tanpa kehadiran mesin gol frederick kanoute yang masih memperkuat negaranya//&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kondisi ini benar-benar terjadi/ artinya penentuan gelar juara liga spanyol juga masih harus di tunggu sampai pekan terakhir// namun jika real madrid mampu mengatasi perlawanan real zaragoza/ sedangkan barca dan sevilla kalah gelar akan menjadi milik anak-anak capello// begitu juga sebaliknya//&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah/ bagaimana kekuatan masing-masing tim yang akan saling berhadapan ? simak terus ulasannya di program pamora///&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3028486365060718507-3657303930716190277?l=lyotrahum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lyotrahum.blogspot.com/feeds/3657303930716190277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3028486365060718507&amp;postID=3657303930716190277&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/3657303930716190277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/3657303930716190277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lyotrahum.blogspot.com/2007/06/pekan-37-primera-liga.html' title='Pekan 37 Primera Liga'/><author><name>Rully Hermanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01850199579199497545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3028486365060718507.post-6449948880932266564</id><published>2007-06-07T08:16:00.000-07:00</published><updated>2007-06-07T08:27:23.819-07:00</updated><title type='text'>Kualifikasi EURO 2008: Inggris menang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kembalinya David Beckham ke timnas Inggris, benar-benar menjadi kreator dan motivator rekan-rekannya di ajang kualifikasi Euro 2008. Terbukti dari dua kali penampilannya di timnas sejak menjalani laga uji coba dengan Brasil awal bulan Juni, dan kualifikasi menghadapi Estonia, Beckham telah menyumbangkan tiga assist.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di kota Talinn,David Beckham kembali menjadi inspirator kemenangan Inggris atas Estonia di laga kualifikasi euro 2008 dini hari tadi(07 Juni 2007). Pasukan Steve mc claren berhasil menggilas tuan rumah Estonia dengan skor 3-0. Gelandang Real madrid yang bakal mengawali karier profesionalnya di Major League Soccer Amerika ini mencatat dua asist yang berbuah gol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gol pertama Inggris dicetak oleh gelandang Chelsea, Joe Cole dengan tembakan setengah voli menuju pojok gawang di menit ke-37. Sedangkan gol kedua Saint George Cross berawal dari umpan Beckham kepada Peter Crouch di menit ke-54. Begitu juga dengan lahirnya gol ketiga di menit 62, lagi-lagi Beckham memanjakan Michael Owen dengan umpan terukurnya. Dan sekaligus menjadi catatan gol pertama Owen sejak tahun 2006 yang lalu ketika Owen berhasil membobol gawang Jamaika di laga uji coba sebelum gelaran piala dunia 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, kemenangan yang diraih Inggris di kota Talinn ini ternyata belum mengangkat posisi Inggris dari urutan keempat Grup E dengan nilai 14 dari tujuh kali bermain atau masih tertinggal satu angka dari Russia yang di pertandingan semalam hanya bermain imbang 0-0 menghadapi Kroatia, sedangkan Israel kembali memetik kemenangan dari tuan rumah Andora dengan dua gol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja Croatia saat ini masih menjadi pemuncak klasemen grup E dengan 17 angka dan di ikuti Israel dengan angka yang sama dari delapan laga***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3028486365060718507-6449948880932266564?l=lyotrahum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lyotrahum.blogspot.com/feeds/6449948880932266564/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3028486365060718507&amp;postID=6449948880932266564&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/6449948880932266564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/6449948880932266564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lyotrahum.blogspot.com/2007/06/kualifikasi-euro-2008-inggris-menang.html' title='Kualifikasi EURO 2008: Inggris menang'/><author><name>Rully Hermanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01850199579199497545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3028486365060718507.post-3726008274829150304</id><published>2007-06-07T08:07:00.000-07:00</published><updated>2007-06-07T08:15:45.699-07:00</updated><title type='text'>Indonesia U23 kalah Lagi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Timnas U23 Indonesia akhirnya gagal menghambat laju Vietnam di laga pra olympiade. Pertandingan yang digelar di stadion Mydinh, kota Hanoi. Tadi malam(06 Juni 2007) anak asuh Bambang Nurdiansah mengalami kekalahan 2-1.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Gol pertama Vietnam diciptakan oleh Nguyen vu pong di menit ke enam. Sepanjang babak pertama tim merah putih terus menerus mendapat gempuran dari pasukan Alfred Reidle. Namun memasuki babak kedua pasukan muda Indonesia berhasil meladeni gempuran tuan rumah Vietnam. Memasuki menit ke 88 Indonesia berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan keras Ahmad jufrianto. kedudukan pun berimbang menjadi 1-1,sayang sekali perjuangan tim merah putih akhirnya kandas juga ketika waktu pertandingan memasuki saat injury time terakhir. Gawang Indonesia yang di jaga Roni tri prasnanto yang sebelumnya tampil gemilang dengan beberapa kali tindakan penyelamatan akhirnya bobol juga. Lagi -lagi melalui tendangan keras Nguyen vu pong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil ini tentu saja Indonesia masih tetap menjadi juru kunci grup C dengan tiga poin, dari satu-satunya kemenangan yang di raih atas Oman di stadion Lebak Bulus bulan Mei yang lalu. Vietnam sendiri sampai saat ini masih berada di puncak klasemen dengan 12 poin dari 6 laga dan berpeluang lolos ke putaran selanjutnya ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3028486365060718507-3726008274829150304?l=lyotrahum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lyotrahum.blogspot.com/feeds/3726008274829150304/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3028486365060718507&amp;postID=3726008274829150304&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/3726008274829150304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/3726008274829150304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lyotrahum.blogspot.com/2007/06/indonesia-u23-kalah-lagi.html' title='Indonesia U23 kalah Lagi'/><author><name>Rully Hermanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01850199579199497545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3028486365060718507.post-2762118154727893083</id><published>2007-05-28T10:16:00.000-07:00</published><updated>2007-05-28T10:17:46.402-07:00</updated><title type='text'>SEVILLA RAMAIKAN BURSA JUARA</title><content type='html'>&lt;a href="http://kolomku1.blogspot.com/2007/05/sevilla-ramaikan-bursa-juara.html"&gt;SEVILLA RAMAIKAN BURSA JUARA&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3028486365060718507-2762118154727893083?l=lyotrahum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lyotrahum.blogspot.com/feeds/2762118154727893083/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3028486365060718507&amp;postID=2762118154727893083&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/2762118154727893083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/2762118154727893083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lyotrahum.blogspot.com/2007/05/sevilla-ramaikan-bursa-juara.html' title='SEVILLA RAMAIKAN BURSA JUARA'/><author><name>Rully Hermanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01850199579199497545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3028486365060718507.post-194575769127932765</id><published>2007-05-28T10:12:00.000-07:00</published><updated>2007-05-28T10:24:45.405-07:00</updated><title type='text'>CHIEVO DEGRADASI</title><content type='html'>Dari arena seri A italia penentuan nasib tim yang melengkapi ke zona degradasi benar-benar di tentukan partai Catania versus Chievo. Pertandiangan yang di gelar di tempat netral ini berkesudahan 2-0 untuk kemenangan catania. Dua gol kemenangan catania di ciptakan rosini di menit 66 dan gol dari minelli dimenit 80.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kolomku1.blogspot.com/2007/05/chievo-degradasi.html"&gt; CHIEVO DEGRADASI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3028486365060718507-194575769127932765?l=lyotrahum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lyotrahum.blogspot.com/feeds/194575769127932765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3028486365060718507&amp;postID=194575769127932765&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/194575769127932765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/194575769127932765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lyotrahum.blogspot.com/2007/05/opiniku-bukan-opinimu-teruuss-chievo.html' title='CHIEVO DEGRADASI'/><author><name>Rully Hermanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01850199579199497545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3028486365060718507.post-5037271711717127742</id><published>2007-05-22T10:35:00.000-07:00</published><updated>2007-05-22T10:57:22.844-07:00</updated><title type='text'>Manusia dan Lingkungan Stren Kali</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Begitu penting arti lingkungan hidup bagi manusia di manapun. Meskipun kenyataannya masalah lingkungan sering kali di abaikan.bahkan kenyataan yang terjadi justru selalu terjadi eksploitasi besar-besaran terhadap lingkungan. Meskipun dari awalnya Tuhan menciptakan alam dan segala isinya memang untuk kehidupan manusia dan segala mahkluk ciptanNya, namun seiring sejalan dengan tuntutan persaingan, manusia yang keluar sebagai mahkluk pemenang justru seakan-akan memanfaatkan kesempatan itu untuk mengeruk sebesar-besarnya segala manfaat dari alam dan lingkungan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran inilah yang nampaknya telah menginspirasi hampir setiap negara di dunia untuk membentuk kementrian yang khusus mengurus lingkungan hidup. perlahan-lahan segala upaya di lakukan oleh pemerintah untuk mengatur warganya dalam berperilaku terhadap lingkungan. mulai dengan mempersiapkan hukum dan undang-undang tentang pemanfaatan hasil sumber daya alam hingga membuat aturan tegas berupa sanksi-sanksi terhadap para pelanggarnya. namun semua itu nampaknya hanya sebagai lukisan yang tergantung di ruang makan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang kerusakan lingkungan, seringkali yang justru menjadi kambing hitamnya adalah masyarakat tradisional yang lahir dan tinggal di sekitar lingkungan itu sendiri. Sebagai contoh permasalahan yang terjadi pada masyarakat stren kali. mereka cenderung menjadi tertuduh, ketika air sungai menjadi kotor akibat banyaknya sampah rumah tangga. Padahal kalau mau di pikir ulang tidak semua sampah dan limbah yang mengalir kesungai akibat dari pembuangan sampah masyarakat stren kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang fakta yang ada, berdirinya gubuk-gubuk liar di pinggir sungai cukup menggangu keindahan kota. Bahkan juga sering menjadi pemicu munculnya permasalahan sosial lain, seperti munculnya tempat-tempat prostitusi liar murahan di sepanjang bantaran sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang juga harus di ingat apakah para pengusaha kita juga sudah mempunyai kesadaran dengan tidak membuang limbah industrinya ke sungai secara langsung? bukannya berburuk sangka. Tapi tentunya juga harus meningkatkan kewaspadaan kita, jangan-jangan secara diam-diam mereka mengalirkan limbahnya melalui pipa yang tertanam langsung ke sungai. Kalau itu benar terjadi berapa banyak pabrik dan berapa volume limbah yang menggelontor sungai? padahal hampir bisa di pastikan semua pabrik beroperasi dengan menggunakan bahan-bahan kimia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kemasyarakat stren kali, sering kali kita mendengar upaya dari pemerintah untuk menertibkan gubuk-gubuk liar. Benarkah di tertibkan? rasanya yang ada kok mereka di gusur begitu saja, setelah itu di biarkan. Padahal kalau kita mau belajar lebih arif, bukankah akan lebih baik jika pemerintah daerah juga fokus pada pembangunan stren kali, artinya bukan menggusur namun mengatur. Dengan kata lain merubah kebijakan pemerintah sendiri untuk mendorong perubahan sikap pada masyarakat stren kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan tata kota yang bisa di lakukan salah satunya dengan memasang lampu penerangan di sepanjang bantaran sungai yang memungkinkan berdiri gubuk-gubuk liar, tentu akan dapat menurangi potensi masalah sosial. Supaya tidak terkesan liar tentu saja pemerintah daerah harus melegalkan rumah-rumah tersebut dengan satu syarat rumah yang didirikan di pinggir sungai harus menghadap kesungai bukannya seperti sekarang ini di mana rumah-rumah selalu membelakangi sungai hingga berpotensi menambah sampah sungai. Ini berkaitan dengan budaya masyarakat kita yang cenderung memandang sungai sebagai saluran pembuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu pemerintah daerah juga harus terus mengoptimalisasi pemanfaatan sungai sebagai sarana transportasi dan rekreasi. Sebuah pelajaran berharga dari masyarakat luarnegeri yang begitu sukses memanfaatkan sungai mulai sejak dulu. Padahal kalau kita mau jujur justru kita mngalami kemunduran jika berkaca pada sejarah. pada jaman mojopahit begitu dominan transportasi melalui sungai. Lebih gampang lagi ketika kita mendengar langgam keroncong ciptaan Sang Maestro Gesang dengan Bengawan Solo nya. betapa indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3028486365060718507-5037271711717127742?l=lyotrahum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lyotrahum.blogspot.com/feeds/5037271711717127742/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3028486365060718507&amp;postID=5037271711717127742&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/5037271711717127742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/5037271711717127742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lyotrahum.blogspot.com/2007/05/manusia-dan-lingkungan-stren-kali.html' title='Manusia dan Lingkungan Stren Kali'/><author><name>Rully Hermanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01850199579199497545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3028486365060718507.post-7356115011098397691</id><published>2007-05-14T09:10:00.000-07:00</published><updated>2007-05-28T10:08:46.776-07:00</updated><title type='text'>CERMIN RETAK DARI DUNIA PENDIDIKAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ketika masih duduk di sekolah dasar, saya begitu terkagum-kagum melihat beberapa mahasiswa yang sedang KKN di desa tempat tinggal saya. yang ada dalam bayangan pikiran saya waktu itu, mahasiswa adalah sosok orang pilihan yang bisa menyelesaikan berbagai persoalan dengan penalarannya yang cerdas. Mahasiswa adalah manusia super yang kenyang makan asam garam pendidikan sehingga bisa berlaku santun pada orang lain dan mampu membimbing adik-adiknya. Dan yang paling membuat saya senang setiap ada mahasiswa KKN kedesa saya adalah di hari terakhir yang bisa dipastikan selalu ada pemutaran layar tancap meskipun sering kali film yang diputar tentang KB dan semacamnya. Dan teman-teman saya pun kayaknya juga nggak peduli apapun film yang di putar, mau KB kek, mau tentang pertanian yang penting bisa nonton layar tancap. begitu juga dengan para orang tuanya, selalu tidak mau ketinggalan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya masih di kelas tiga SD, ada beberapa mahasiswa yang datang dan mengajar di kelas meskipun tidak lebih dari satu minggu, sebagian yang lain ada yang membantu di kelurahan atau memberikan penyuluhan pertanian ataupun kesehatan terutama mengenai pentingnya KB dan kesehatan lingkungan. Bahkan sempat juga dibuatkan generator listrik meskipun beberapa bulan kemudian ternyata sudah rusak dan tidak dapat difungsikan, padahal seingat saya itu adalah listrik pertama yang bisa dinikmati beberapa rumah di desa saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu terpesona dengan penampilannya yang rapi dan kelihatan pintar, karena saya membayangkan mereka setidaknya telah duduk di bangku sekolah selama limabelas tahun, sebuah pengalaman yang tidak sedikit tentunya. Tapi bagaimana dengan sekarang, setelah secara pribadi juga merasakan sebagai orang yang pernah di sebut sebagai mahasiswa?. Setidaknya juga terjadi pergeseran, mahasiswa yang sering kali disebut sebagai masyarakat intelektual karena kemampuan nalarnya untuk meghadapi persoalan yang ada sekarang ini lebih nampak sebagai serombongan preman yang suka pamer kekuatan. Mungkin ada benarnya jika kuli batu yang bekerja keras dengan ototnya, karena semakin kuat dia akan semakin banyak rupiah yang dihasilkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup banyak kejadian yang bisa kita jadikan cerminan, ketika mahasiswa berlaku beringas di dalam kampus, main lempar dan main pukul hanya gara-gara tim sepakbolanya kalah dari fakultas lain atau kampus lain. atau ketika seorang pencuri tertangkap basah di kampus kemudian dikeroyok dan digebuki ramai-ramai, apakah ini gambaran dari sosok intelektual? sementara itu ruang gerak pihak kepolisian juga semakin sempit saat ada kaitan kejadian di kampus. Mahasiswa beranggapan masalah internal bisa di selesaikan sendiri tanpa melibatkan pihak kepolisian, terus bagaimana jika kejadian ini merembet menjadi kerusuhan atau membawa korban jiwa? apakah benar kampus menjadi kawasan ekslusif yang mempunyai pranata hukum sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum kering ingatan kita pada kejadian yang membawa korban di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri(IPDN). Nyawa Clif Muntu melayang setelah menjadi bulan-bulanan para senior. Tentu saja kembali muncul tanggapan miring dari masyarakat yang di tujukan ke kampus yang dulu bernama APDN ini, terlebih lagi meninggalnya Clif bukan kejadian yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat, hanya bisa mengelus dada betapa sekolah pamong praja yang notabene lulusannya merupakan pegawai negeri sipil ini justru menerapkan pola pendidikan yang katanya pola militer. Padahal akademi militer sendiripun tidak mungkin menerapkan pola pembinaan kepada para siswanya dengan pesta pukulan, gebukan dan tendangan hanya untuk menerapkan kedisipilinan kepada para taruna. Kalau ini yang terjadi betapa menariknya untuk dicermati atau orang akan dengan mudah berasumsi bahwa para siswa atau praja tersebut tak ubahnya sekelompok orang bodoh yang tidak paham dengan aturan tertulis atau kata-kata dan baru bisa tunduk dan patuh setelah mendapat pukulan atau tendangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal bulan Mei kemarin kita juga dikejutkan dengan meninggalnya seorang siswa SD di Jakarta setelah dikeroyok tiga teman sekolahnya, satu diantaranya seorang gadis kecil. Mungkin banyak yang beranggapan ini hanya sebuah kecelakaan dari anak-anak yang belum balig dan belum mengerti akibat dari perbuatannya. kalau benar memang anggapan ini yang muncul, berarti juga bisa memunculkan pemikiran bahwa telah terjadi kecelakaan fatal pada dunia pendidikan kita.&lt;br /&gt;Kecelakaan yang bisa saja terjadi ketika kita, orangtua, lingkungan masyarakat sekitar dan pihak sekolah telah lalai bahwa di sekitar kita ada anak-anak kecil yang selalu berkembang melalui proses imitasi. Hampir mirip juga dengan munculnya kasus smackdown di lingkungan anak-anak Sekolah Dasar beberapa waktu lalu yang juga membawa korban jiwa melayang dan luka-luka. Dari kasus ini juga banyak masyarakat yang berpikir bahwa kecelakaan ini disebabkan karena anak lebih banyak dijejali tayangan smackdown di televisi yang tidak terseleksi dan kurang pengawasan dari orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya kita bisa sedikit tenang dan berbangga, cukup lama kita tidak melihat atau mendengar berita tawuran antar pelajar. Meskipun juga sempat beberapa kali dikotori ulah guru yang menjadikan anak didik sebagai pelampiasan kejengkelannya dengan melakukan penganiayaan. Bertambah pandaikah anak didik setelah digampar kepalanya?, sebagai alasan pembenar si murid kelewat badung. Lho, bukankah itu sudah menjadi tugas guru untuk mengarahkan dan mengurangi kebadungan si murid? artinya tetap harus dengan cara-cara manusiawi yang sehat(tanpa pukulan, tanpa gamparan yang sifatnya lebih mengarah pada penganiayaan). Apakah kemudian guru menjadi puas setelah menyakiti murid-muridnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di minggu pertama bulan Mei, ada kabar dari Makasar, sesama mahasiswa sebuah Sekolah Tinggi Agama Islam saling kejar, saling lempar dan baku pukul. tawuran ini dipicu penikaman salah seorang mahasiswa oleh sesama mahasiswa berbeda fakultas. Fasilitas kampus dirusak, kaca bertebaran. Kondisi sedikit berbeda terjadi di Sumatera utara kampus Universitas Islam Sumatera Utara juga bergolak. perang batu juga terjadi akibat perebutan tahta kekuasaan antara pengurus yayasan lama dengan pengurus baru. Kedua kubu bertikai tak lagi saling mengalah dan duduk satu meja untuk membicarakan permasalahan. satu kubu merekrut orang-orang yang ditugaskan untuk menjadi satuan pengaman sedangkan pihak lainnya bersama para pendukungnya menyerbu kekampus dan memaksa keluar di pagi buta. hasilnya bisa dibayangkan, kerusakan yang terjadi, mahasiswa lagi-lagi dirugikan tidak bisa mengikuti perkuliahan padahal pada hari kejadian mahasiswa sedang ujian tengah semester. Sementara ini kampus UISU diambil alih pengelolaanya oleh pemerintah pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Max webber dalam teorinya menyatakan kekuatan seringkali digunakan untuk memperluas kekuasan. Mengaca pada kejadian di UISU tentunya pihak-pihak bertikai mencoba untuk memobilisasi pendukungnya demi mengamankan kekuasaan masing-masing. Tapi harus dingat "ini abad 21 BUNG, bukan juga perang di Palestina". Benarkah Kekerasan sudah menjadi budaya baru bagi bangsa kita? padahal dulu kita dikenal sebagai bangsa yang ramah dan beradat istiadat atau ini hanya sebuah mimpi? jika kenyataannya mahasiswa yang menjadi masyarakat intelek saja sering kali melakukan kekerasan seperti tawuran antar preman. Anda bisa bayangkan saeperti apa negeri ini jika 20 tahun kedepan bangsa kita masih dipimpin orang-orang hasil pendidikan model preman. Sedangkan saat ini kehidupan bangsa kita juga masih harus prihatin dengan hasil pendidikan korup yang sampai sekarangpun juga masih sulit disembuhkan.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3028486365060718507-7356115011098397691?l=lyotrahum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lyotrahum.blogspot.com/feeds/7356115011098397691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3028486365060718507&amp;postID=7356115011098397691&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/7356115011098397691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/7356115011098397691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lyotrahum.blogspot.com/2007/05/cermin-retak-dari-dunia-pendidikan.html' title='CERMIN RETAK DARI DUNIA PENDIDIKAN'/><author><name>Rully Hermanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01850199579199497545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3028486365060718507.post-1950241998441944573</id><published>2007-05-05T08:38:00.000-07:00</published><updated>2007-05-10T09:27:40.296-07:00</updated><title type='text'>Stok lawas:APBD DAN PROFESIONALISME KLUB</title><content type='html'>Separuh Napas Kontestan Liga Indonesia 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetisi divisi utama liga Indonesia XIII akan segera digulirkan. Menariknya roda yang siap diputar ini kembali harus terhenti. Benarkah pengelola liga Indonesia tak mau belajar dari permasalahan-permasalahan yang pernah muncul dikompetisi sebelumnya? Sebuah pertanyaan yang tentunya hanya bisa dijawab oleh para penggerak roda kompetisi di negeri ini. Terlepas dari pertanyaan tersebut tentunya kita juga masih ingat betapa dalam setiap jelang kompetisi kita selalu disodori berita ribut-ribut soal jadwal, belum lagi pada saat kompetisi dilangsungkan, perubahan jadwal maupun molornya jadwal kompetisi selalu menghiasi kompetisi terpanjang didunia ini. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya PSSI menunda kompetisi divisi utama liga Indonesia 2007 selama sepekan. Kemudian PSSI menetapkan gelaran liga akan dimulai tanggal 3 pebruari 2007, akan tetapi apa yang terjadi kemudian? H -5 jelang peluit panjang tanda pertandingan pertama digelar PSSI mengumumkan penundaan jadwal kompetisi menjadi mundur sepekan lagi yang berarti kompetisi baru akan di mulai tanggal 10 pebruari 2007.&lt;br /&gt;Baiknya kita lupakan dulu sejenak ribut-ribut tentang kick off kompetisi divisi utama liga Indonesia, karena ada satu hal yang lebih penting terkait kesinambungan kompetisi di tanah air, apalagi kalau bukan masalah dana yang digunakan klub untuk berkompetisi.&lt;br /&gt;Pemerintah, dalam hal ini melalui Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 mulai menyoal penggunaan dana APBD untuk membiayai klub-klub sepakbola di tanah air. Aturan yang tertuang dalam PP dan Permendagri tersebut mengatur pos bantuan keuangan dalam APBD tidak boleh dilakukan terus menerus ke satu organisasi dan jumlah dana yang diberikan tidak boleh semakin besar setiap tahunnya. Menariknya selama ini justru yang terjadi adalah sebaliknya, kenyataannya dari 36 klub anggota divisi utama liga Indonesia hanya ada 4 tim yang tidak menggunakan dana APBD untuk biaya klub( Arema dibiayai swasta, Semen Padang, Pelita Jaya Purwakarta dan PKT Bontang di biayai BUMN).&lt;br /&gt;Itu berarti ada 32 tim anggota divisi utama yang selama ini dan sudah berlangsung bertahun-tahun selalu netek ke induk semangnya yaitu pemkot maupun pemda melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah. Ironisnya penggunaan dana tersebut setiap tahun bukannya semakin berkurang tapi justru semakin bertambah besar. Katakanlah penyelenggaraan kompetisi divisi utama liga Indonesia tahun 2007 ini adalah yang ketigabelas kalinya, meskipun juga sempat terhenti pada tahun 1998 yang lalu, sudah berapa milyar rupiah dana APBD yang di habiskan untuk mengelola klub sepakbola? Belum lagi dana yang juga dikucurkan untuk klub divisi satu maupun divisi dua Wow, kalau dibandingkan dengan hasil yang dicapai saat ini tentunya kesia-siaan yang tidak sepadan dengan pengorbanan yang telah diberikan.&lt;br /&gt;Harus diakui, sepakbola adalah olahraga rakyat meskipun rakyat juga sudah begitu lama memendam kerinduan prestasi sepakbola tanah air yang tak kunjung tiba menyiram dahaga haus gelar. Awalnya merupakan upaya yang begitu mulia ketika pemerintah mengulurkan tangan dengan dana APBD untuk memodali klub agar bisa eksis di arena kompetisi dengan harapan sepakbola nasional juga akan terangkat prestasinya dikancah internasional. Tapi yang terjadi kemudian justru diluar penalaran kita ketika klub menjadi keenakan menetek dana APBD dan belaian kasih pemkot maupun pemda yang nyata-nyata menjadikan klub sepakbola sebagai anak angkat. Ujung-ujungnya klub sepakbola menjadi sarana kampanye politik dan ladang korupsi. Bagaimana mungkin mau berbicara prestasi dan profesional jika campur tangan ini masih terus terjadi? Atau barangkali sebuah daerah merasa prestisenya terangkat ketika mempunyai klub yang berlaga di divisi utama?&lt;br /&gt;Pro dan kontra mengenai penggunaan dana APBD untuk pembiayaan klub ini juga menjadi topik hangat dan diskusi seru diforum interaktif program Semanggi Suroboyo Radio Kota fm Surabaya pada hari rabu, 31 januari 2007 dari jam 05.00-07.00 wib. Program Semanggi Suroboyo sendiri sejak tahun 2004 konsisten mengulas catatan dan informasi seputar sepakbola baik luar negeri maupun dalam negeri. Nah, dari program interaktif ini dapat di ketahui begitu banyak pendengar penikmat bola yang antusias memberikan dukungan untuk penggunaan dana APBD, maupun juga pendengar yang sepakat klub mendapat suntikan dana APBD namun harus di lakukan audit terhadap klub pasca kompetisi untuk menghindari korupsi. Ada juga pendengar penikmat bola tanah air yang menginginkan klub tetap didanai APBD namun dengan ketentuan tidak sebesar yang diterima klub saat ini, dan klub diharuskan dapat mencari dana sponsor.&lt;br /&gt;Lebih ekstrim lagi ada pendengar yang bergabung melalui sms maupun telepon yang mengatakan mestinya klub tidak lagi mendapat kucuran dana dari APBD atau kalau perlu kompetisi dihentikan untuk sementara sambil menanti kejelasan dan dilakukan pembenahan pada induk organisasi sepak bola yakni PSSI. Tidak sedikit sms yang mengusulkan lebih baik dana tersebut di alokasikan untuk pos kesejahteraan dan pendidikan warga, atau kalau klub tetap menggunakan dana APBD dikatakan sudah semestinya ketika kita menyaksikan pertandingan sepakbola di stadion ya nggak usah bayar wong kita juga bayar pajak yang notabene merupakan sumber APBD. Atau kalau memang pemerintah menganggarkan dana untuk olah raga lebih baik dianggarkan untuk olahraga selain sepakbola yang prestasinya lebih bagus ketimbang sepakbola. Sementara itu penelpon lainnya justru mengusulkan mestinya anggaran itu untuk tim-tim amatir yang nyata-nyata tidak berkompetisi di arena professional. Kalau mereka mereka berani menyebut dirinya klub yang profesional yaa, wajar dong kalau mereka membiayai sendiri dan tidak bergantung terus pada APBD.&lt;br /&gt;Perlukah kompetisi liga Indonesia dihentikan? Sangat sulit dijawab, saya yakin orang yang tidak suka dan tidak peduli dengan sepakbola pasti bilang lebih baik tidak ada kompetisi jika selama ini kompetisi hanya begitu-begitu saja dan hanya bisa dinikmati segelintir orang. Selesai sampai disitukah permasalahan? Saya rasa tidak. Para pecinta dan pemerhati bola pasti akan memperjuangkan agar kompetisi tetap dilangsungkan. Belum lagi ketika kompetisi benar-benar di hentikan, ada berapa banyak orang yang menggantungkan kehidupannya dari sepakbola, pelatih, pemain, wasit, pedagang, tukang parkir dan lain-lain termasuk keluarganya, belum lagi masalah supporter. Akankah kita membunuh kegairahan supporter yang sudah sedemikian rupa? Hal yang sangat di sayangkan tentunya. Percaya atau tidak sepakbola telah menyublim dalam kehidupan sehari-hari. Apakah kita akan membunuh mimpi anak-anak kita yang belum menjadi kenyataan, ketika mereka dengan rajin sepulang sekolah berlatih sepakbola di SSB? Tapi ternyata kompetisi dihentikan, kalau begitu buat apa capek-capek berlatih.&lt;br /&gt;Pada intinya kompetisi liga Indonesia harus tetap berjalan dengan segala konsekwensinya. Apalagi setelah PSSI dan BLI merencanakan bakal menggulirkan liga super ditahun 2008. Di arena super liga sebanyak 18 klub bakal berkompetisi untuk menjadi yang terbaik. Tidak peduli klub tersebut berasal dari ujung paling barat pulau Sumatra maupun klub yang berasal dari ujung paling timur pulau Papua wajib menjalani kompetisi dalam satu wilayah dan mereka harus saling bertemu. Wah, kalau begitu lebih banyak lagi dong dana yang akan dikeluarkan masing-masing klub? Kenyataannya demikian dan inilah permasalahan yang harus segera diselesaikan oleh calon klub peserta super liga.&lt;br /&gt;Jika selama ini klub selalu terbuai sokongan dana APBD, mau tidak mau menyongsong gelaran liga super 2008 klub harus mulai berpikir dan bekerja keras untuk mencari dana, meskipun pemerintah juga harus tetap bijak untuk memberikan kemudahan dan bantuan dana demi kesinambungan kehidupan klub sepak bola. Bukankah UU Nomor 03 tahun 2005 mendukung APBD mengalokasikan dana untuk keolahragaan nasional. Disebutkan dalam undang-undang Nomor 03/2005 pasal 69 ayat 1 bahwa Pendanaan keolahragaan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat. Di ayat 2 dijelaskan, Pemerintah dan pemerintah daerah wajib mengalokasikan anggaran keolahragaan melalui APBN dan APBD.(detik.com tanggal 30 januari 2007).&lt;br /&gt;Upaya paling logis adalah mencari dana melalui sponsor, hanya masalahnya ketika klub sudah berupaya untuk mencari sponsor ternyata justru pihak sponsor yang nampaknya enggan untuk menginvestasikan dananya pada klub sepak bola. Nah kenapa sponsor tidak berminat pada sepakbola? ini juga harus segera dijawab para pengelola klub sepakbola. Jika dirunut sebenarnya ada beberapa hal yang membuat sepakbola tidak diminati pihak sponsorship. Dimanapun para pengusaha atau pemilik modal selalu berorientasi pada uang. Ketika seorang pengusaha menginvestasikan uangnya mau tidak mau juga harus diakui bahwa pengusaha tersebut berupaya untuk mengembangkan modal yang ditanamkan. Apakah ada seorang pengusaha yang menanamkan modalnya pada proyek yang merugi terus?&lt;br /&gt;Dari rangkaian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa aspek yang memengaruhi kenapa pihak pemilik modal tidak mau menanamkan modalnya pada klub sepakbola? Yang pertama, selama ini Manajemen klub tidak tertata secara professional meskipun mereka selalu mengatakan bahwa mereka adalah klub yang profesional. Sedikit sekali dari klub yang mencoba untuk membenahi sistem manajerialnya. Apalagi membenahi infrastrukturnya, berapa banyak stadion yang layak untuk menggelar kompetisi jika kita mengacu pada standar yang baru diterapkan oleh BLI untuk menggelar superliga.&lt;br /&gt;Ketika banyak klub saat ini mulai berpikir untuk mencari keuntungan, ternyata pihak klub justru masih kebingungan bagaimana cara mencari dan menciptakan peluang untuk mendapatkan keuntungan. Mereka belum berpikir bagaimana caranya klub bisa mendatangkan duit dari menjual saham kepada publik atau merchandiser klub. Jujur harus kita akui sulitlah kiranya jika klub selalu bersandar pada dana APBD yang merupakan uang rakyat yang juga harus dikembalikan kepada rakyat pembayar pajak demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Betapa kita juga harus ingat masih banyak permasalahan rakyat yang juga membutuhkan dana yang tidak sedikit. Terakhir yang juga penting kompetisi liga Indonesia harus tetap digulirkan apapun konsekwensinya, demi kemajuan prestasi sepakbola dan olahraga tanah air. Bukankah Presiden SBY juga mengatakan bahwa kehormatan bangsa di mata internasional juga bisa diraih melalui pencapaian tinggi prestasi olahraga. Yang paling penting pemutar roda kompetisi dan pengelola klub sepakbola harus orang yang arif dan tidak hanya mementingkan keejahteraan diri sendiri dan teman-temannya. Tetap semangat untuk sepakbola dalam negeri.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3028486365060718507-1950241998441944573?l=lyotrahum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lyotrahum.blogspot.com/feeds/1950241998441944573/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3028486365060718507&amp;postID=1950241998441944573&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/1950241998441944573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/1950241998441944573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lyotrahum.blogspot.com/2007/05/stok-lawasapbd-dan-profesionalisme-klub.html' title='Stok lawas:APBD DAN PROFESIONALISME KLUB'/><author><name>Rully Hermanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01850199579199497545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3028486365060718507.post-682977930814129443</id><published>2007-04-29T09:12:00.000-07:00</published><updated>2007-04-29T09:40:48.177-07:00</updated><title type='text'>Solah Bawane Manungso 2</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yzSSr6DRVtI/RjTKfwhiWdI/AAAAAAAAAAs/DlJMdbBLseU/s1600-h/dangdut+kungfu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yzSSr6DRVtI/RjTKfwhiWdI/AAAAAAAAAAs/DlJMdbBLseU/s320/dangdut+kungfu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5058890928394230226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yzSSr6DRVtI/RjTKfwhiWeI/AAAAAAAAAA0/FbLxQz88tIM/s1600-h/goyang0035.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yzSSr6DRVtI/RjTKfwhiWeI/AAAAAAAAAA0/FbLxQz88tIM/s320/goyang0035.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5058890928394230242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yzSSr6DRVtI/RjTFCAhiWaI/AAAAAAAAAAU/4LHxWgQxFmY/s1600-h/dangdut+kungfu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yzSSr6DRVtI/RjTFCAhiWaI/AAAAAAAAAAU/4LHxWgQxFmY/s200/dangdut+kungfu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5058884919734983074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yzSSr6DRVtI/RjTFCQhiWbI/AAAAAAAAAAc/sRs11Tx2s4c/s1600-h/goyang0035.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_yzSSr6DRVtI/RjTFCQhiWbI/AAAAAAAAAAc/sRs11Tx2s4c/s200/goyang0035.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5058884924029950386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;hentakan kakimu, lesakan keresahanmu (dangdut kungfu dewi sansan)(teater Turak Perancis).&lt;br /&gt;Dalam keresahan Gibran bertanya, "siapa yang melahirkan kebahagian, dialah kedukaan. Keduanya iring-mengiring bagai sepasang pengantin. Mampukah kita menyirnakan duka? tidak.... sekali duka lenyap sirna pulalah kita. Kita hanya mampu mendorong-dorong keresahan, kita hanya mampu memagut-magut duka tanpa pernah benar-benar meniadakannya. Keabadian bersemayam didalam rasa dan rasa tak pernah benar-benar menjadi suatu bentuk. rasa resah, rasa duka, rasa bahagia ada karena diadakan dan begitu saja dengan mudah berganti kesirnaan,dimanakah keabadian itu"......? &lt;br /&gt;Tapi paling tidak angin telah mengabarkan adanya keabadian. Ketika angin bertiup menebarkan daun-daun Arrasy, keabadian telah tertulis di daun-daun yang di terbangkan angin ketika lena dalam kepenatan kita. Bukankah Kita yang mesti menangkap dan memiaranya?&lt;br /&gt;Kanak-kanak tak pernah mencarinya, mereka begitu asyik menikmatinya. Berbahagialah orang yang mencoba kembali ke masa kanak-kanak. Bukankah Muhamad juga menyayangi bocah-bocah?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3028486365060718507-682977930814129443?l=lyotrahum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lyotrahum.blogspot.com/feeds/682977930814129443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3028486365060718507&amp;postID=682977930814129443&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/682977930814129443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/682977930814129443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lyotrahum.blogspot.com/2007/04/solah-bawane-manungso-2.html' title='Solah Bawane Manungso 2'/><author><name>Rully Hermanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01850199579199497545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yzSSr6DRVtI/RjTKfwhiWdI/AAAAAAAAAAs/DlJMdbBLseU/s72-c/dangdut+kungfu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3028486365060718507.post-868984593411298437</id><published>2007-04-29T09:02:00.000-07:00</published><updated>2007-05-10T09:33:51.348-07:00</updated><title type='text'>Solah Bawane Manungso 1</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yzSSr6DRVtI/RjTJiAhiWcI/AAAAAAAAAAk/sYOePB9tUQU/s1600-h/sansanehe.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5058889867537308098" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yzSSr6DRVtI/RjTJiAhiWcI/AAAAAAAAAAk/sYOePB9tUQU/s320/sansanehe.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yzSSr6DRVtI/RjTDGAhiWZI/AAAAAAAAAAM/DE755p-aE-c/s1600-h/sansanehe.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5058882789431204242" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yzSSr6DRVtI/RjTDGAhiWZI/AAAAAAAAAAM/DE755p-aE-c/s200/sansanehe.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;orang-orang resah diatas panggung, orang-orang resah di bawah panggung, berteriak nyaris serak. Berebut simpati, mengkhianati harga diri. Dari atas panggung teruuus menyumpal mulut-mulut penonton dengan kekaguman yang menganga, dari bawah panggung seakan menggeliat, menggoyang bagai liukan ombak keinginan menelan mentah-mentah semua yang di lihatnya.&lt;br /&gt;seribu duka terpedaya, seribu luka terlupa, seribu kata memesona.&lt;br /&gt;Pulang kerumah dengan letih, mata merah nafas naga...&lt;br /&gt;Esok kembali terpenjara, esok kembali terpedaya, esok kembali meretas bahagia, kita kembali menjalani amanahnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3028486365060718507-868984593411298437?l=lyotrahum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lyotrahum.blogspot.com/feeds/868984593411298437/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3028486365060718507&amp;postID=868984593411298437&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/868984593411298437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/868984593411298437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lyotrahum.blogspot.com/2007/04/solah-bawane-manungso.html' title='Solah Bawane Manungso 1'/><author><name>Rully Hermanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01850199579199497545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yzSSr6DRVtI/RjTJiAhiWcI/AAAAAAAAAAk/sYOePB9tUQU/s72-c/sansanehe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3028486365060718507.post-778732277423411733</id><published>2007-04-29T07:33:00.000-07:00</published><updated>2007-05-11T17:17:04.379-07:00</updated><title type='text'>Potret Pendidikan Masyarakat Marjinal</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pendidikan Anak Usia Dini Tanggung Jawab Siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan anak usia dini perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak, baik dari keluarga, lingkungan maupun pemerintah. Karena bagaimanapun, masa kanak-kanak sangat berpengaruh pada proses tumbuh kembang karakter, kepribadian dan pertumbuhan jasmani si anak. Merujuk pada Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pendidikan Anak Usia Dini (RPP PAUD) yang mengatur pendidikan usia dini salah satunya bertujuan untuk mengembangkan potensi kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, dan sosial peserta didik pada masa emas pertumbuhannya dalam lingkungan bermain yang edukatif dan menyenangkan. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayang dalam pelaksanaannya pendidikan anak sejak masih dalam kandungan sampai usia enam tahun ini, sering terabaikan. Banyak orang tua, justru menganggap pendidikan taman kanak-kanak (TK) tidak penting, faktor ekonomi, juga sering menjadi pembenar untuk tidak memasukan anak-anaknya di bangku TK. Sekolah-sekolah TK tersebut memang sudah banyak bertebaran di berbagai kawasan elit sampai kawasan kumuh. Dari yang berdana besar sampai yang menggunakan anggaran seadanya sehingga harus kembang kempis untuk membiayai operasionalnya. Sekolah-sekolah taman kanak-kanak tersebut di kelola swasta sebagai penyelenggaranya.&lt;br /&gt;Dengan alasan tingginya biaya operasional, tidak sedikit pihak pengelola menetapkan uang SPP dengan mahal, dan sebagai kompensasinya pihak sekolah memberikan akses layanan pendidikan dengan standarisasi mutu sesuai dengan akreditasi, begitu juga dengan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Tentu adalah sebuah kewajaran. Namun ternyata ada juga sekolah yang masih berjalan dengan ala kadarnya.&lt;br /&gt;Di tengah kepadatan penduduk, kawasan dukuh kupang barat, sebuah sekolah TK menempati balai RT berukuran 3x5meter yang terbuat dari gedhek. Siang itu Rabu 04/04/07, sebanyak 35 murid sedang belajar berhitung bersama ibu guru Rusiyah. Seperti sedang mengajari anaknya sendiri, perempuan berputra dua ini sesekali harus mendatangi meja murid-muridnya untuk membetulkan jari-jari tangan mungil yang dijadikan alat bantu untuk menghitung. Tak jarang juga perempuan asli Kebumen yang mengaku hanya lulusan SMEA ini harus berteriak di antara celoteh dan tangis murid-muridnya. Pekerjaan sosial ini telah dilakukan sejak empat tahun lalu bersama suaminya Sukirno(34 tahun).&lt;br /&gt;Sukirno yang akrab dipanggil pak guru oleh warga sekitar ini sedang sibuk menambal ban motor. “ya, beginilah mas pekerjaan sampingan saya untuk makan sehari-hari, tadi ya ngajar, terus saya tinggal karena ada yang manggil untuk nambal ban ini, lumayan untuk kebutuhan sehari-hari”, begitulah Sukirno nyerocos mengawali pembicaraan. Menurutnya Ia dan istrinya lebih sering harus mengalah dengan tidak mengambil gaji dari sekolah yang di kelolanya, sehingga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari di samping membuka usaha tambal ban di depan rumah petaknya, lelaki lulusan STM ini juga memberikan les privat kepada anak-anak tetangganya.&lt;br /&gt;“Coba saja sampeyan hitung sendiri, dengan SPP Rp 12.500 per anak, perbulan kelihatannya memang besar, itu kalau bayar semua, lha kenyataannya sebulan yang bayar paling-paling sepuluh orang atau paling banter 15 orang, dikurangi biaya operasionalnya, habis mas, mau nagih ya gimana wong sama susahnya”, sambil tertawa lelaki asli Surabaya ini menceritakan sulitnya menanamkan tanggung jawab ke orang tua murid-muridnya yang rata-rata bekerja sebagai pemulung bahkan menurutnya, juga ada yang menunggak SPP sampai anaknya lulus maupun yang tidak mengambil ijazah.&lt;br /&gt;Sementara ketika di singgung mengenai perkembangan anak asuhnya, pasangan suami istri ini mengaku bangga meskipun harus berada di tengah-tengah keterbatasannya. “ saya nggak malu ngelola sekolah ini, meskipun disini keadanya hanya begini, sebab ada juga beberapa mantan anak didik kami yang juga juara kelas di sekolah SD nya sekarang”.&lt;br /&gt;Hanya saja, menurut Sukirno hampir tidak ada orang yang mau peduli dengan nasib keberadaan sekolahnya. Semuanya dikerjakan sendiri bersama istrinya, mulai dari mengurus yayasan, administrasi, mengajar semua di lakukan sendiri. “ibarat berjuang mas, tenaga, pikiran dan uang, itu kalau ada saya curahkan semuanya untuk ngurus sekolah ini sendirian saja. tetangga? siapa sih mas yang mau dengan sukarela kalau nggak ada duitnya, sampeyan tahu gimana warga sini sehari-harinya mereka hanya sibuk untuk berusaha memenuhi kebutuhannya”, begitulah sukirno menggambarkan keseharian para tetangga yang sekaligus menjadi orang tua murid-muridnya yang sehari-hari menempati rumah petak di tanah yayasan makam Dukuh Kupang.Ketika di singgung untuk mengajukan dana bantuan ke pemerintah pak guru Sukirno mengaku tidak tahu cara pengurusannya, apalagi status sekolah yang di kelolanya pun hanya sebatas ijin pemberitahuan ke kecamatan namun Sukirno juga mengaku bersyukur bahwa di tahun 2006 yang lalu dirinya mendapat insentif dari Diknas sebesar Rp 345.000 / 3 bulan. Namun tahun 2007 ini menurutnya masih dalam proses pengajuan ke Diknas*** &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3028486365060718507-778732277423411733?l=lyotrahum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lyotrahum.blogspot.com/feeds/778732277423411733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3028486365060718507&amp;postID=778732277423411733&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/778732277423411733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/778732277423411733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lyotrahum.blogspot.com/2007/04/potret-pendidikan-masyarakat-marjinal.html' title='Potret Pendidikan Masyarakat Marjinal'/><author><name>Rully Hermanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01850199579199497545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3028486365060718507.post-7762052199735744936</id><published>2007-04-28T17:31:00.000-07:00</published><updated>2007-05-10T09:23:43.985-07:00</updated><title type='text'>Awas virus Smackdown</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;ARENA SMACK DOWN ORANG TUA vs ANAK-ANAK TV&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tayangan smack down di berbagai daerah telah banyak membawa korban mulai yang luka ringan, patah tulang sampai korban meninggal dunia. Ironisnya yang menjadi korban justru kalangan anak-anak dan remaja yang bermaksud hanya main-main dan meniru adegan-adegan tersebut. Seperti di ketahui umum masa kanak-kanak dan remaja yang sedang tumbuh dan berkembang selalu di awali dengan proses imitasi terhadap lingkungan sekitarnya.Pada tahapan ini kanak-kanak selalu mencari sosok yang di jadikan figure hero, kemudian menirunya mulai dari gaya bicara, pola pakaian, model rambut bahkan termasuk juga prilaku dari para hero yang menjadi sosok panutannya. &lt;span class="fullpost"&gt;Televisi seakan-akan telah menjadi figur panutan menggantikan peran orang tua bagi anak-anak dan remaja dalam berperilaku, Fredeick Williams (1985).&lt;br /&gt;Dimanakah sosok orang tua yang semestinya menjadi panutan anak-anak dan remaja? Nampaknya telah terjadi pergeseran nilai budaya dan sosial. Orang tua mulai mempunyai kecenderungan waktu yang semakin sempit untuk berkumpul bersama keluarga. Sebagai alasan pembenarnya adalah makin sibuknya orangtua untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun agaknya para orangtua juga mulai lupa bahwa kebutuhan keluarga dan anak-anaknya tidak hanya cukup dengan kucuran materi yang di dapatkannya setelah sekian jam berkutat dengan pekerjaan dan begitu tiba di rumah kelelahan telah menderanya. Sehingga tidak ada waktu lagi untuk sekedar menemani anak-anak belajar atau berkumpul di ruang keluarga.&lt;br /&gt;Banyak orang tua beranggapan, membiarkan anak-anak dirumah dengan menonton siaran televisi akan lebih aman ketimbang membiarkan mereka bermain di luar. Betapa orang tua mulai lupa, bahwa si kotak sakti ini juga bisa memberikan dampak psikologis yang kuat pada anak- anak, baik itu yang positif maupun pengaruh yang negatif. Tentu saja orang tualah yang harus menjadi filter dari buaian program acara televisi. Jangan sampai peran orang tua sebagai pengasuh dan pendidik anak-anak tergantikan posisinya oleh kehadiran si kotak sakti ini.&lt;br /&gt;Tayangan smack down di Lativi telah dihentikan hari rabu 29 november yang lalu, setelah begitu banyak elemen masyarakat yang mengancam akan menuntut lembaga penyiaran ini. Sebelum jatuh korban seakan-akan masyarakat kita tidak peduli dengan tayangan kekerasan dalam kemasan sportainment semacam smackdown yang sebetulnya kalau kita mau jujur sangat jauh dari peran mendidik dan nilai-nilai sportivitas. Agaknya masyarakat lebih bisa spontan untuk mengkritisi hal-hal yang berkaitan dengan SARA dan pornografi karena di nilai tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa. Sementara itu tayangan yang berbau klenik dan kekerasan begitu membius masyarakat, atau jangan-jangan budaya masyarakat kita memang tidak pernah bisa lepas dari aroma asap dupa dan liatnya otot atau kerasnya tulang. Padahal kalau dicermati lebih teliti tayangan-tayangan tersebut juga sama-sama mampu menjadi virus yang menggerogoti kejiwaan anak-anak dan remaja.&lt;br /&gt;Media komunikasi yang satu ini memang benar-benar sakti, suatu kelebihan yang layak di waspadai adalah kepiawaiannya menghadirkan realitas semu menjadi seakan-akan nampak nyata, inilah yang agaknya juga belum disadari oleh orang tua korban tayangan smackdown atau orang tua lainnya sehingga membiarkan anak-anak dan remaja terlena dengan tayangan dan adegan-adegan gila sehingga mereka leluasa menirunya.&lt;br /&gt;Sejak kehadirannya televisi memang sudah menuai banyak kontroversi. Telah banyak pakar komunikasi yang melakukan studi penelitian mengenai dampak pengaruh televisi, namun sampai saat ini juga masih timbul pro dan kontra. Ibarat sebuah pisau tentunya, di satu sisi ada nilai guna dan sisi lainnya mampu menimbulkan bahaya. Dan kenyataannya betapa banyak saudara kita di daerah terpencil yang sangat menantikan kehadiran siaran televisi bahkan tidak sedikit diantara mereka yang harus nebeng ke tempat tetangga hanya untuk nonton televisi atau ada juga yang harus berjalan jauh hanya untuk sesaat membebaskan diri dari keterkungkungan. Begitu juga si kotak sakti ini telah menjadi barang yang sangat diidam-idamkan untuk dimiliki dan segera menempati ruang keluarga dan bahkan telah diterima sebagai anggota keluarga.&lt;br /&gt;Para pengelola televisi sebagai institusi penyiaran juga harus memahami serta mau menjalankan misi sosialnya, karena mau tidak mau siaran televisi selalu berkaitan dengan kepentingan publik. Seperti kita tahu public audience TV bukan hanya orang dewasa tapi juga anak-anak dan remaja. Disinilah kearifan dan kebijaksanaan serta tanggung jawab moral para pengelola TV di perlukan, sebagai pelaksana fungsi edukasi, informasi dan hiburan. Bukan hanya semata-mata demi kepentingan subyektif pengelola yang hanya berdasar pada kalkulasi ekonomi atau kepentingan politis belaka.&lt;br /&gt;Rambu-rambu aturan penyiaran harus tegas dan diperjelas tanpa maksud mengekang kreatifitas lembaga penyiaran. Begitu juga sudah semestinya jika pemerintah memberikan perlindungan terhadap para konsumen media.&lt;br /&gt;Nah, para orang tua tentunya tidak akan melarang anak-anaknya nonton siaran TV bukan? Kita tidak mungkin kembali kemasa primitif dan terus menerus menghindar dari tayangan televisi sementara di luar sana arus informasi dan perubahan begitu deras mengalir. Diakui atau tidak kita adalah bagian dari kebutuhan informasi dan hiburan. Sedangkan edukasi merupakan tanggung jawab kita bersama. Andapun tentunya tidak akan rela melihat anak-anak dan remaja terjerumus akibat memilih saluran arus yang salah. Orang tua mesti lebih berperan dalam memilih dan menyediakan bahan bacaan anak-anak. Atau setidaknya secapek-capeknya orang tua seharusnya tidak egois membiarkan anak-anaknya nonton dan memilih saluran televisi sendirian.&lt;br /&gt;Tayangan adu otot dan teriakan-teriakan yang mendewakan kekuatan ini memang telah di hentikan. Tapi ingat virus telah menyebar dan siap menebar ancaman anak-anak siapa saja. Dampak ini tidak mungkin dihentikan dalam waktu sesaat. Kembali orang tua dan lingkungan anak-anak baik di rumah, di sekolah maupun di arena bermain mempunyai tugas dan peran untuk memberikan pengertian dan pemahaman kepada anak-anak dan remaja. Semoga tidak bertambah panjang deretan nama korban iseng smack down maupun korban tayangan-tayangan lainnya***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3028486365060718507-7762052199735744936?l=lyotrahum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lyotrahum.blogspot.com/feeds/7762052199735744936/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3028486365060718507&amp;postID=7762052199735744936&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/7762052199735744936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/7762052199735744936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lyotrahum.blogspot.com/2007/04/awas-virus-smackdown.html' title='Awas virus Smackdown'/><author><name>Rully Hermanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01850199579199497545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3028486365060718507.post-270682481144954096</id><published>2007-04-28T17:15:00.000-07:00</published><updated>2007-05-10T09:22:31.127-07:00</updated><title type='text'>fabel:Katak ditepi Kolam yang nyaris kering</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;buat anak-anak himm.....&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pertengahan tahun monyet, saat musim kemarau mulai tiba. kondisi yang menuntut untuk benar-benar terjadi perubahan. karena sebenarnya keadaan di sekitar kita telah mulai menampakan perubahan; kolam memang masih penuh air waktu itu. namun sekarang jelas berbeda dengan keadaan kolam tiga bulan lalu. belum lagi munculnya rivalitas sesama penghuni kolam untuk bisa bersaing dan bertahan serta menikmati segarnya air kolam atau kondisi yang lebih keras yaitu dengan keadaan di luar kolam. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hampir semua masyarakat kolam ini mulai berbicara tentang perubahan, perubahan menurut esensi dan kepentingan masing-masing malahan. bukannya perubahan yang menyangkut keseluruhan hidup masyarakat kolam ini, bagaimana seluruh lapisan masyarakat bisa bertahan hidup dengan lestari di musim kemarau yang tentu saja pasti menyebabkan dasar kolam nampak seperti tanah lapang. atau mulai menyikapi bagaimana semestinya mempertahankan air kolam ini agar tidak cepat menguap di saat kemarau tiba, sehingga menjelang musim penghujan air masih bertahan di kolam. sayangnya sampai kondisi air kolam ini hanya tinggal untuk sebulan kedepanpun belum ada yang berpikir bagaimana seharusnya, apa perlu dasar kolam di lapisi beton untuk mengurangi resapan air, atau mungkin mengaliri kolam dengan air melalui pipa, atau lebih gila lagi dengan mengusulkan agar kolam ini di tutup semacam fiber untuk mengurangi penguapan. Belum ada ide-ide senakal itu, yang ada hanya berebut dan membentuk eksklusivisme yang sempit. Tidak menyalahkan masyarakat kolam ini, bila semuanya terkesan pasrah pada kondisi yang ada atau cenderung berpikir semua pasti berubah tergantung siklus yang berputar. lebih ekstrim, malah bersifat apatis terhadap semua isu tentang perubahan atau sebagian malah berpikir mulai terpinggirkan arus perubahan. Intinya semua harus ambil bagian dalam alih strategi atau alih posisi sekalipun, harus ada yang rela menjadi "agen of change". Paling tidak harus ada panutan yang akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Dan panutan itu tiada lain adalah diri kita masing-masing. Kolam yang telah tersekat-sekat, nyamuk-nyamuk petualang hanya berdengung di balik rerimbunan pohon, tidak pernah berani benar-benar menggigit, masyarakat kepiting hanya menyeringai dengan capitnya yang mungkin sudah tidak tajam lagi atau masyarakat belalang yang hanya berani mengintip dari balik rumput, juga masyarakat ikan sepat yang hanya berlenggak lenggok memuja keindahan tubuhnya. meskipun sebenarnya semua sadar telah kehilangan, ketika di kolam ini sudah tidak bisa lagi untuk sekedar bercengkerama dan bertukar pikiran dengan mujair atau lele, mereka semua telah tergusur oleh sebuah perubahan yang di sengaja dan di gantikan ikan-ikan kecil yang tak pernah besar="gathul". Harus ada yang berani merubahnya kembali, menjaga air kolam agar tetap jernih dan tidak cepat mengering, atau mulai menabur benih lele atau nila merah atau bahkan koi agar kewibawaan kolam ini kembali di perhitungkan komunitas kolam lain. karena sebetulnya di sini bukanlah sebuah kolam pancing yang sengaja di tabur ikan yang sudah gemuk dan kenyang sehingga para pemancing harus merogoh sedemikian banyak koceknya untuk membayar waktu yang telah di habiskan duduk di tepi kolam dan pulang tanpa membawa apa-apa. Dikolam ini semua belajar berenang, belajar bernyanyi, belajar menulis dan belajar menari, belajar melihat dan belajar berbicara sesuai keadaan yang di lihatnya. Tragisnya, kolam kita sudah hampir kering dan tidak segar lagi, model kolam kita juga butuh pembaharuan(bukan berarti para penghuni kolam sekarang mulai sok-sokan dan "kemenyek"), perlu sarana dan prasarana yang memadai atau sangat di perlukan para pengelola kolam yang memiliki kebijaksanaan dan pengetahuan tentang pola memelihara dan mengembangkan kolam. bukanya golongan tukang pancing yang kemudian mengelola kolam karena sekali lagi kolam ini sangat spesifik dan bukan kolam pancing. Butuh strategi pintar untuk menjaring masyarakat baru, bukan hanya mengandalkan luapan banjir yang membawa ikan-ikan kecil baru, kita tidak layak menunggu karena kita bisa berbuat sesuatu, untuk menghasilkan sesuatu yang besar ada kalanya di mulai dari sesuatu yang ekstrim yaitu memperbaiki sistem kolam atau segera mengalirkan air yang membawa lumut dan plankton-plankton baru sebagai nutrisi. Masyarakat kolam selalu ingin berubah.***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3028486365060718507-270682481144954096?l=lyotrahum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lyotrahum.blogspot.com/feeds/270682481144954096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3028486365060718507&amp;postID=270682481144954096&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/270682481144954096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/270682481144954096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lyotrahum.blogspot.com/2007/04/fabelkatak-ditepi-kolam-yang-nyaris.html' title='fabel:Katak ditepi Kolam yang nyaris kering'/><author><name>Rully Hermanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01850199579199497545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3028486365060718507.post-1469120844198552907</id><published>2007-04-26T09:25:00.000-07:00</published><updated>2007-05-10T09:17:38.187-07:00</updated><title type='text'>Merenda Bayang-Bayang</title><content type='html'>&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.indoartnet.com/img/Kulit/GatotKacaBoth-b.jpg&amp;imgrefurl=http://www.indoartnet.com/Kulit.shtml&amp;amp;amp;h=683&amp;w=963&amp;amp;sz=116&amp;tbnid=ywDyrc1Y9rEBRM:&amp;amp;amp;tbnh=105&amp;tbnw=148&amp;amp;prev=/images%3Fq%3Dwayang%2Bkulit&amp;start=%20"&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;color:#990000;"&gt;gambar juga nyusul yaa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi: &lt;em&gt;Theater jawa klasik ini sekarang hanya menjadi bahan pelarian, ketika muncul sebuah peristiwa, lantas dihubungkan dengan dunia wayang: siapa dalangnya, atau ketika kita sedang dalam posisi terjepit dengan mudah kita mengatakan: “semua ada yang mengaturnya, kita tinggal menjalaninya, ketika dibutuhkan kita akan dicari dan sebaliknya ketika tidak dibutuhkan kita bakal di lempar kekothak paling bawah, yaa,… seperti wayang itu”. Kalau sudah demikian mengapa tidak berupaya untuk menjadi orang yang selalu di butuhkan lingkungan sekitar kita . &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#996633;"&gt;&lt;strong&gt;Wayang kayon di gelar tanpa penonton&lt;a href="http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.indoartnet.com/img/Kulit/GatotKacaBoth-b.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://www.indoartnet.com/Kulit.shtml&amp;amp;h=683&amp;w=963&amp;amp;sz=116&amp;tbnid=ywDyrc1Y9rEBRM:&amp;amp;amp;tbnh=105&amp;tbnw=148&amp;amp;prev=/images%3Fq%3Dwayang%2Bkulit&amp;amp;start=%20"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#996633;"&gt;&lt;strong&gt;Dalam iringan nada yang monoton&lt;br /&gt;Aku beranjak, mengikuti lakon&lt;br /&gt;Aku ksatria!!!&lt;br /&gt;Di dadaku ada rahwana&lt;br /&gt;Yang bermata kuyu karena cinta&lt;br /&gt;Degup takutku, kuni&lt;br /&gt;Otakku guru,sarafku durna,darahku kuru&lt;br /&gt;Birahiku janaka, sombongku duryudana&lt;br /&gt;Aku ksatria!!!&lt;br /&gt;Sederet kisah dan lakon dalam peti hatiku&lt;br /&gt;(lly:2000)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kesenian wayang pada awalnya merupakan konsep kesenian masyarakat feodal yang berkembang di lingkungan keluarga keraton, meskipun saat ini juga menjadi tontonan rakyat jelata, dan pernah menjadi sebuah kesenian yang mampu menyedot animo masyarakat karena kesenian ini kaya akan cerita falsafah hidup, bahkan sebagian masyarakat jawa beranggapan wayang merupakan gambaran komplit dalam kehidupan sehari hari.&lt;br /&gt;Dalam wayang seolah-olah orang jawa tidak hanya berhadapan dengan teori-teori umum tentang manusia, melainkan model-model hidup dan kelakuan manusia digambarkan secara konkrit sebagai refleksi kehidupan sehari-hari. Pada hakekatnya seni pewayangan mengandung konsepsi yang dapat dipakai sebagai pedoman sikap dan perbuatan dari kelompok sosial tetentu.&lt;br /&gt;Kesepahaman ini tersusun menjadi nilai-nilai budaya yang tersirat dan tergambar dalam alur ceritanya, baik dalam sikap pandangan terhadap hakekat hidup, asal dan tujuan hidup, hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan lingkungannya serta hubungan manusia dengan manusia lain.&lt;br /&gt;Selain sebagai alat komunikasi yang ampuh serta sarana memahami kehidupan, wayang, bagi orang jawa merupakan simbolisme pandangan-pandangan hidupnya dalam setiap ruang gerak kehidupan di dunia yang tertuang dalam dialog disepanjang alur cerita yang ditampilkan. Tidak mengherankan kalau sampai sekarang masih banyak masyarakat jawa begitu tergetar hati nya ketika menyaksikan pagelaran wayang dan berharap akan selalu bisa uri-uri atau melestarikan seni budaya adi luhung masyarakat jawa.&lt;br /&gt;Dalam pagelaran wayang juga terdapat dua fase yang memisahkan cerita wayang, yakni kisah cerita ramayana dan mahabarata yang berasal dari India. Tapi dari cerita-cerita tersebut meskipun berbeda tokoh dan tempat kejadian ternyata masih memiliki kesamaan falsafah hidup yang di sampaikan Ki dalang kepada para penontonnya. Kisah Ramayana menampilkan cerita perjalanan Sri Rama yang sedang berburu diiringi istrinya yang cantik dewi Sinta bersama adiknya Lesmana, tetapi karena keangkaramurkaan Rahwana, dewi Sinta di culik ketika Sri Rama sedang memburu kijang kencana jelmaan. Kisah peperangan antara Sri Rama dan Prabu Rahwana juga menampilkan banyak intrik yang menarik dan mengajarkan kepada para penonton tentang sebuah arti kesetiaan. Cerita wayang selalu di penuhi kisah-kisah tauladan tuntunan hidup oleh para ksatria yang memerangi kejahatan, dimana akhirnya kebaikan budi selalu mengalahkan kejahatan.&lt;br /&gt;Begitu pun dengan kisah Mahabarata, merupakan kisah perseteruan keluarga Kuru, yaitu anak-anak Prabu Dhestarata yang berjumlah seratus dan berbentuk setengah raksasa atau disebut Kurawa berebut kekuasaan dengan Pandawa Lima keturunan Prabu Pandu Dewanata yang juga adik dari Prabu Destarata yang buta. Perseteruan dua keturunan ini berakhir dengan perang Bharatayuda di padang Kuru Setra. Lagi-lagi intrik keluarga raja juga ditampilkan dalam kisah ini, tetapi sekali lagi kisah ini juga berakhir dengan kemenangan para pejuang kebaikan, tiada lain adalah keluarga Pandawa.&lt;br /&gt;Menariknya lagi, ternyata meskipun kejahatan tersebut juga timbul dari ulah para dewa sekalipun pada akhirnya masih ada satu kekuatan tertingi yang akan mengalahkannya. Kekuatan tertinggi dalam jagad pakeliran tersebut adalah Sang Hyang Wekas atau Sang Hyang Wenang, meskipun tidak digambarkan dalam bentuk nyata sebagaimana tokoh wayang yang lainnya. Ini juga menjadi semacam bukti bahwa seni wayang juga mengakui adanya sebuah kekuatan yang menjaga kebenaran dengan hakiki.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup beralasan jika kesenian wayang dikatakan sebagai jenis kesenian yang kompleks terdiri dari gabungan berbagai macam aliran seni, mulai seni tatah sungging (seni rupa), seni musik (karena tentunya dalam pagelaran wayang juga di iringi musik gamelan: alat musik jawa yang menghasilkan bunyi pentatonik seperti halnya, bonang, kendang, slendro, rebab dan alat musik lainnya sehingga menghasilkan kesatuan bunyi seperti yang di harapkan dalam setiap pementasan. Sementara itu seorang dalang juga tampil menjadi seorang wiraswara sekaligus menjadi pusat pertunjukan yang menuturkan lakon cerita (antawacana) dalam lakon yang dimainkan. Tentunya juga di iringi para niaga (penabuh gamelan) dan beberapa pesinden ( yang membawakan langgam-langgam jawa pengiring pagelaran wayang). Sementara itu seorang dalang adalah seniman komplet karena selain menjadi konduktor dari para penabuh gamelan seorang dalang juga sekaligus sutradara dan juga pemain utama dan merupakan tokoh yang menggerakkan wayangnya, juga mendialogkan masing-masing tokoh wayang, melawak, bahkan melantunkan ajaran kerohanian. Seringkali cerita wayang berisi ajaran kerohanian ataupun pertunjukkannya berkaitan dengan suatu upacara keagamaan, maka seorang dalang dianggap memiliki kemampuan kesucian bathin yang tinggi. Bahkan sebelum menjadi dalang, seseorang harus belajar dalam berbagai tahapan yang njelimet untuk berlatih olah spiritual. Dalang merupakan jembatan komunikasi antara alam nyata dan alam maya. Seorang dalang juga menjadi komunikator, spiritualis, atau juga orang yang dianggap memiliki kebijakan dan kemampuan supra lainnya dan tentu saja yang terpenting seorang dalang adalah seniman yang komplet dan serba bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kejayaan wayang telah pudar, tidak banyak lagi generasi yang antusias untuk menyimak pertunjukan wayang kulit, apalagi bila digelar sepanjang malam. Bahkan untuk sekedar mengetahui tokoh-tokoh wayang pun generasi sekarang seakan kesulitan untuk menyebutnya. Apalagi dengan semakin banyaknya tontonan modern yang dapat di dapat dengan murah pagelaran wayang kulit seakan tak menarik lagi. Di masa kejayaanya, wayang kulit kerap di tampilkan dalam acara hajatan pernikahan ataupun acara-acara sakral lainnya, namun sekarang sangat jarang terdengar lakon ruwat murwokolo di pentaskan dalam acara ruwatan yang tentunya masih menjadi kepercayaan sebagian orang jawa, begitu juga dengan pementasan lakon Antarejo rabi atau sayembara dewi mahendra diacara pernikahan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3028486365060718507-1469120844198552907?l=lyotrahum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lyotrahum.blogspot.com/feeds/1469120844198552907/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3028486365060718507&amp;postID=1469120844198552907&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/1469120844198552907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/1469120844198552907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lyotrahum.blogspot.com/2007/04/merenda-bayang-bayang.html' title='Merenda Bayang-Bayang'/><author><name>Rully Hermanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01850199579199497545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3028486365060718507.post-4996293166881949176</id><published>2007-04-26T09:06:00.000-07:00</published><updated>2007-05-10T09:11:36.176-07:00</updated><title type='text'>Ludruk Sekarang....</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;(dari nonton ludruk di Wonokromo)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;foto nyusul yaa....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Siapapun pasti tidak sudi terperangkap ketidakpastian. Namun diantara sekian banyak yang tidak peduli ternyata masih ada sebagian jiwa yang merasa terpanggil untuk meniti jalan yang belum pasti kemana arahnya. Ketidakpastian inilah yang saat ini justru tengah di lalui dan menjadi pilihan seniman ludruk. Diantara hiruk pikuk dan gemerlap dunia hiburan yang semakin menghipnotis kehidupan warga metropolis, saat ini ludruk ternyata justru terpinggirkan. Padahal ludruk yang awalnya berasal dari Jombang dan besar di kota Surabaya ini, pernah berjaya di era tahun 60-an hingga awal tahun delapan puluhan. Memang tidak banyak seniman ludruk yang bisa menikmati kejayaan itu, hanya ada beberapa orang yang menikmati kemapanan itu baik dari sisi materi ataupun kepopuleran di panggung. bagaimana selanjutnya&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kesenian asli Jawa Timur ini seakan enggan berlari mengikuti tuntutan kebutuhan hiburan masyarakat metropolis. Ludruk justru tertatih-tatih meniti jalannya sendiri yang semakin berliku. Dalam usianya yang tidak muda lagi, ludruk bagaikan orang tua yang membutuhkan tongkat untuk sekedar penopang langkah kakinya. Ibarat sebuah pelita, kesenian yang di perankan oleh lelaki dan waria ini nampaknya juga butuh pasokan bahan bakar tambahan ( sayangnya harga BBM lebih tinggi dari yang kita bayangkan sebelumnya). lantas siapa yang akan menjadi titik terang penunjuk jalan?&lt;br /&gt;Seniman ludruk juga manusia, perlu makan, berumah tangga serta merawat dan mendidik anak-anaknya maupun mencoba memenuhi setumpuk kebutuhan yang juga di lakoni manusia lainnya. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tak jarang para seniman ludruk juga bekerja serabutan, mulai dari kuli bangunan, pekerja bengkel, tukang gigi, tukang becak, buka warung kaki lima sampai rias penganten. Bisa dibilang hampir semua usaha telah dilakukan untuk mencukupi kebutuhannya. Karena bila hanya bergantung dari usahanya berkesenian rasanya tidak cukup memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Namun jiwa senilah yang memanggil mereka untuk tetap eksis bermain ludruk meskipun kenyataanya tak banyak rupiah yang di hasilkan dari Tobong (tempat pementasan ludruk, sekaligus tempat tinggal sementara para pemain ludruk).&lt;br /&gt;Zakiyah Sunaryo, pimpinan ludruk Irama Budaya mengatakan orang yang mengaku sebagai seniman ludruk mau nggak mau harus tetap berkesenian. “rasanya malu mas, kalau tukang ludruk ndak ngludruk, meskipun dalam sekali pentas tak jarang hanya mendapat bagian Rp 1000,- ya, semua itu demi melestarikan kesenian tradisional kita sendiri”.&lt;br /&gt;Tinggal berdesak-desakan di dalam tobong, di bawah panggung yang disekat triplek dan juga kardus menjadi ruangan seukuran 3x3 meter yang di terangi bola lampu 10 watt, para waria pemain ludruk malam itu sibuk merias diri dengan alat kosmetik seadanya yang di beli sendiri dengan menyisihkan hasil yang hanya seribu duaribu itu. Usai pementasan ruang itupun berubah menjadi kamar tidur bagi mbak Dar, mbak Tatik, mbak Nanik dan waria-waria lain yang rata-rata berusia diatas 35 tahun.&lt;br /&gt;Dari sekian nomor registrasi kelompok ludruk yang terdaftar di Dinas Pariwisata, kenyataannya hanya tinggal beberapa kelompok saja yang masih bertahan dalam kembang kempisnya keadaan. Salah satunya adalah ludruk Irama Budaya yang saat ini masih menggelar pertunjukan ludruk setiap malam di Tobong Wonokromo. Meskipun dalam sekali pertunjukan selalu dihadiri tidak lebih dari 30 orang penonton, kecuali hari sabtu malam minggu biasanya lebih banyak penonton yang datang, itupun penonton yang rata-rata berusia diatas 45 tahun. Padahal harga tiket pertunjukannya hanya Rp.3000,- saja. Bisa di bayangkan berapa rupiah yang di dapatkan masing-masing personil, jika saat ini ludruk Irama Budaya berjumlah 64 orang. Inilah yang juga di pusingkan wak Zakiyah, “yok opo maneh mas, awake dewe yo gak kurang usaha, sampeyan lak isok ngetung dewe tah, nek penontone mek sak mono, yoo wis podho nedho nrimo ae mas, pokoke iso mbayar lampu ambek sewane tobong, sing penting isok main terus”. Demikian lelaki 57 tahun ini mencoba melepaskan kesesakan dadanya di antara gending jula-juli yang keluar dari speaker pengeras suara yang menjerit-jerit seperti tercekik karena peralatan audio yang sudah waktunya diganti.&lt;br /&gt;“mau gimana lagi, di bicarakan setiap hari juga ndak ada perubahan sama sekali,wong memang kondisinya seperti ini, orang lebih pandai memilih hiburan, sekarang duduk di rumah saja kita bisa nonton pertunjukan musik, film atau sinetron tinggal pilih mas, tinggal ceklak ceklek remot aja, murah dan lebih menarik lagi”, begitulah wak sakiyah sambil mengepulkan sigaret kreteknya mencoba membandingkan.&lt;br /&gt;Kondisi ini masih berlangsung hingga saat ini, sejak ludruk digilas kemajuan tehnologi informasi dan hiburan, ketika ludruk tak lagi di minati seperti halnya vcd dan televisi yang tayanganya selalu dinanti dan di turut seperti ungkapan nabi. Ludruk justru semakin terkapar, terhimpit di tengah metropolis yang hingar. Bukannya tidak peduli, para seniman ludruk pun sudah mengupayakan berbagai cara agar kesenian asli arek jawa timur ini terus lestari. Berbagai terobosan sudah di coba, mulai dengan mengadopsi cerita-cerita yang bukan pakem ludruk, sampai mencoba memperbaiki tata lampu dan tata audio, atau bahkan mungkin juga meng up grade pola pikir seniman ludruk, semuanya belum membuahkan hasil. Bahkan banyak kalangan remaja yang mengaku belum pernah nonton pagelaran ludruk. Teater tradisional ini masih menjadi milik segelintir generasi tua. Dan sayangnya media televisi kitapun masih lebih memilih tayangan reality show yang lebih mampu meningkatkan rupiah dan mendongkrak rating. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3028486365060718507-4996293166881949176?l=lyotrahum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lyotrahum.blogspot.com/feeds/4996293166881949176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3028486365060718507&amp;postID=4996293166881949176&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/4996293166881949176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3028486365060718507/posts/default/4996293166881949176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lyotrahum.blogspot.com/2007/04/ludruk-sekarang.html' title='Ludruk Sekarang....'/><author><name>Rully Hermanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01850199579199497545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
